Monday, June 25, 2007

Mimpi



Pagi entah siang...
berjalan pelan dan sendiri
lewati rumah dengan banyak jendela
seorang wanita berdiri dekat jendela itu,
dia memandangku

lalu muncul tangan dari balik jendela
merangkul
juga mencekiknya
aku diam saja

Terus melangkah
dari balik jendela yang lain,
seorang lelaki berlari dari dalam rumah itu...
menerjang jendela, kaca berhamburan,
keping kaca kecil bergerak pelan-pelan,
melayang tepat di depanku,
kepalanya nyaris menyentuh aspal
kemudian berhenti begitu saja
diam dan kaku.


Dan terus melangkah, seakan dua tragedi tadi tidak
mengusikku, semuanya seperti biasa saja.

Seorang tua berjenggot putih merangkulku
sekejap saja sudah berada dalam ruang pamer seni
Karya terpampang di dinding namun tak jelas bagiku
Orang tua berkata....."tiada karya yang bermutu"
kujawab "mungkin sedang berproses"
Lalu dia lenyap....

Ada cahaya dari balik jendela
kudekati lalu kubuka
lalu kulempar pandang ke semua arah,
nampak setangkai bunga yang dulu kukenal
tersenyum bahagia dengan hidupnya


jkt0607

Thursday, June 7, 2007

Naura Raihani


Naura Raihani

Saat nama kau pinta
lewat mulut ayahmu
Pada malam kukabarkan
hadirmu bagai hamparan kembang
Harumnya menyebar
lalu kupetik satu tangkaimu
kusimpan dalam bingkai hatiku
Kau adalah anakku

Naura Raihani
Tak ada cerita indahmu
hanya senyum mungil
sekilas tanpa makna karena
kau belum sanggup berkata
Sempat kau mainkan jemariku
naluri kecilmu yang bicara

Naura Raihani
Ingin kubisikkan janji
kuajak kau bermain
layaknya teman sebayamu,
berlari berkejaran,
menangis dan tertawa hingga
lelah dan terlelap.

Naura Raihani
Singkat saja kau ada
Kau pergi seharum kau datang,
dan tak sempat kau
memanggilku “Papa”


Jkt,2005
mengenang ananda yang pernah ada

Wednesday, June 6, 2007

Buka Mata


Aku lelah...
Tapi mata harus terus terbuka
Agar bisa tetap mencermati gerakmu
Karena Aku enggan tertinggal lebih jauh lagi

Jogya,September 1990

Saat Memulai



Daratan dan buih tepian pantai tinggal segaris

lantas lenyap menghilang tinggalkan awan
dan sedikit asap cerobong kapal

Masih membekas air beningku
Menetes ke air dermaga
Kali ini tak ada lambai sapu tangan
Atau nyanyian selamat jalan

Emosi terlalu besar untuk ditantang
bergelombang dan hampir tak kuasa menahan
Akhirnya berpaling merubah sudut pandang

Kuhisap semua angin,
maju membelah laut hitam

Dari haluan ini semua menjadi awal

Ada senyum kecil genit
Dibibir camar putih
Mendekat dan menyentuh jiwa
Aku tertawa dan cinta

Lupakan duka, tangis dan semuanya

Saatnya memulai cerita....


KM.Kerinci1992
Pelayaran bitung menuju surabaya

Monday, June 4, 2007

Yogya

Mendengar cantikmu dari mulut kawanku
sekilas dan memikat
Sempat sedikit berangan
walau berbatas lantas berhenti
kelak saat melangkah nanti
kujadikan kau satu diantara beberapa
arah pelarianku

Hingga sadar aku sudah berdiri
di depan gerbang megahmu,
lalu begitu erat kau peluk dan cumbu aku
tidak kau beri aku sedikitpun ruang
untuk mencelamu...

Aku terlena mereguk nikmatmu...

Jkt0607

Sudahlah

Kau kah itu manis ?
yang menangis di sudut
berhentilah...
sudah cukup harimu penuh duka

Hari ini baru saja dimulai
Masih terlalu dini
untuk menanggung beban deritamu


Basuh wajahmu sejenak
lalu hiasi dia dengan senyum termanismu
tak perlu riasan yang mencolok
cukup apa adanya saja

Mari duduk disampingku
kita teruskan cerita yang sempat tertunda,
kisah hidup yang harus indah dan penuh warna
bahkan kalau boleh ada nyanyian serta puisi
yang membuatmu tertawa


Mari manis
belum sanggup aku menjanjikan lebih lagi,
tapi aku tetap akan terus memaksamu
walau hanya menunda sedihmu sesaat saja.


Jkt0607

Cermin

Kemarin sempat terpana
saat memandang rautku
di depan cermin kamar

Banyak muncul garis-garis baru
dan ada juga bintik-bintik hitam
yang kala kuseka tetap saja ada

Sejenak mengamati
Lama tidak sedetil ini
hampir aku tak mengenali,
masih saja terlalu lugu...
dan aku baru sadar itu.

Jkt0507

Serdadu


Otak Serdadu
Dibalik seragam komando
pribadi bernyawa dengan satu makna
doktrin dan sumpah setia
melangkah maju dan hantam saja

Hati serdadu
Ada pada bedil sangar
bukan hiasan semata
Yang tega menyalak kapan saja
seakan jari telunjuk punya kuasa
seolah malaikat penentu hidup

Jiwa serdadu
Merasuk erat pada lars hitam kokoh
Jiwa tegas tak goyah godaan
Jiwa yang tak bergeming...
walau tengah melangkah
diantara rintih kesakitan,
menginjak
darah perempuan
dan anak-anak.....

Logika serdadu
Pantang dihadang
Melawan bakal ditelan
Silahkan berargumen kata dan raga
dan siap-siap menyumbang nyawa...


Jkt,0507
Sedihku untuk saudara di pasuruan


Sunday, June 3, 2007

Kawan Lama

Bersama segelas teh manis dan beberapa batang rokok
Kembali menyusun kata-kata yang dulu
Ber-saat-itu, ber-waktu-itu kemudian tertawa

Ingin lebih lama mengumbar canda tentang
kenakalan masa lalu,

namun angin dan dingin rasanya begitu menggigit kali ini.

Agak sedikit berubah,
terasa makin saling menjaga dan lebih santun.

Lalu, "Lady of dream-nya Kitaro"
mengalir begitu saja...



Kediri, 0507