angin bergeser mengejar matahari
kemudian diam, senyap,
hati berdebar menanti angin dari negeri malam
bersama sekutunya yang sangar.
sembunyikan saja rautmu pada bait sang muadzin
basuhlah dia dengan sempurna
dan segera bangun benteng malammu
untuk pertempuran kesekian kalinya.
Kebayoran lama, 21022011