Tentang ketapang kencana
yang kau tanam di taman kecil depan rumah
awalnya tidak begitu menarik bagiku
batangnya hanya sebesar jempol kaki,
dahannya sekilas seperti tangan memanjat doa,
daunnya masih bisa dihitung
berdirinya doyong dan perlu diikat biar tegak
Suatu ketika angin kencang menggoyahkan posisinya
namun akarnya kuat mencengkeram tanah dan tak roboh
lalu butiran air hujan membebani setiap daun membuatnya miring
kemudian kemarau mengeringkan hijaunya,
menguning lantas berguguran
tapi tetap saja dia bertahan
Tahun berganti, batangnya membesar kokoh
menjulang melebihi pucuk rumah
dahannya lebar membentang menutupi separuh jalan
daun kecilnya bergerombol dan rimbun
Tersadar aku setelah melihatnya dari kejauhan,
begitu dia mengisi ruang kosong depan rumah
sebuah komposisi yang menarik, hijau yang cantik,
teduh memayungi yang sejuk
Hal lain yang kupahami,
tumbuhnya mengajariku tentang semangat
hijau cantik dan teduhnya memberiku isyarat cinta
:::::
( Jogja, 20 September 1998 - Jakarta, 20 September 2012 )
Terima kasih Laila Tifah
yang telah menemaniku selama 14 tahun.
Semoga kita masih punya waktu merawat ketapang kencana itu
agar selalu tumbuh hijau,teduh, bersemangat dan penuh cinta.