Wednesday, April 8, 2015

Temanku tak lagi langit
tidak juga bumi

Dia terselip diantara sampah masa lalu
dan dia abadi di sana

Hingga waktu menjemput
berbaur di keabadian itu


Jkt, April 2015

Friday, September 21, 2012


Detik hilang sekejap mata melirik
Rindu musnah dalam genggam resah
Hasrat tiada gerak hampir sekarat
Mimpi bergelayut awan enggan kembali

Tak sejengkal raga berjarak bumi
melekat dikursi penantian sunyi
berapa pagi dan senja terlewati
menghitung angka tak pasti


JKT 21092012
tetap di jalurmu bro...semoga.

Wednesday, September 19, 2012






:: KETAPANG KENCANA ::

Tentang ketapang kencana 
yang kau tanam di taman kecil depan rumah
awalnya tidak begitu menarik bagiku
batangnya hanya sebesar jempol kaki,
dahannya sekilas seperti tangan memanjat doa, 
daunnya masih bisa dihitung
berdirinya doyong dan perlu diikat biar tegak
Suatu ketika angin kencang menggoyahkan posisinya
namun akarnya kuat mencengkeram tanah dan tak roboh
lalu butiran air hujan membebani setiap daun membuatnya miring
kemudian kemarau mengeringkan hijaunya, 
menguning lantas berguguran
tapi tetap saja dia bertahan

Tahun berganti, batangnya membesar kokoh 
menjulang melebihi pucuk rumah
dahannya lebar membentang menutupi separuh jalan
daun kecilnya bergerombol dan rimbun
Tersadar aku setelah melihatnya dari kejauhan, 
begitu dia mengisi ruang kosong depan rumah
sebuah komposisi yang menarik, hijau yang cantik, 
teduh memayungi yang sejuk

Hal lain yang kupahami, 
tumbuhnya mengajariku tentang semangat
hijau cantik dan teduhnya memberiku isyarat cinta

:::::

( Jogja, 20 September 1998 - Jakarta, 20 September 2012 )

Terima kasih Laila Tifah
yang telah menemaniku selama 14 tahun.
Semoga kita masih punya waktu merawat ketapang kencana itu 
agar selalu tumbuh hijau,teduh, bersemangat dan penuh cinta.



Monday, September 10, 2012

kapankah berhenti berpuisi?

saat tak ada lagi tanya
tiada lagi jawab
tak ada keinginan
tiada harapan

hanya melangkah saja



jkt, 10092012


Tuesday, August 23, 2011

ramadhan 2011

selamat pagi ramadhan
begitu kau puaskan aku
walau belum cukup waktu
memahamimu...

Thursday, July 28, 2011

Menantimu

" Tiada " yang digelisahkan
" Ada " yang di risaukan

Nantikan sajalah
dan nikmati secara ikhlas
lalu sabar...sabar....sabar....
semua telah pasti waktunya


Kebayoran Lama, 28 Juli 2011
Menanti Ramadhan Suci

Tuesday, May 3, 2011

kawanku

kawanku fahri, muhlis dan taufik
suatu saat entah kapan
kita hanya akan menunggu saat itu
hari dimana kita tak lagi tertawa

tak perlu bersusah payah dan bersedih
cukup hantarkan saja secukupnya,
sekedarnya saja dengan cara sederhana
sama seperti kita berkawan selama ini


Jakarta, 3 Mei 2011
untuk kawan-kawan yang telah berpulang
nurcholis, melvin dan faisal baftim