
Gadis kecil itu merengek tak jelas,
dan aku cuma diam terpaku tepat di depannya
sambil sedikit memahami alunan tangisnya
"Tak ada bahasa yang lebih lugas lagi"
"Kau Bapaknya, seharusnya lebih tahu, apa yang dia mau"
"Tidak juga begitu jawabku"
Semakin kudekati dia, makin sulit dipahami
mungkin dia terlalu mengenal bapaknya.
Mungkin sesekali aku tidak menjadi bapaknya,
sama seperti yang lain, bisanya hanya menonton
bahkan mengkritik. Mungkin sesekali seperti itu
tapi aku tak tahu caranya.
Yang kupahami saat ini, kelak dia akan merengek lagi
seperti ini, sedangkan aku tidak mesti ada di depannya.
Jkt0507
untuk nabila dan amira